Mei 31, 2026
Pembangunan ini berlangsung 15 bulan, menjadi overpass pertama menggunakan APBD Kota Medan Rp67 miliar.

Medan – Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebut pengerjaan overpass atau jalan layang dalam Jalan Stasiun Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk mengurai kemacetan pada kawasan setempat, ditargetkan selesai dalam waktu 15 bulan.

"Pembangunan ini berlangsung 15 bulan, lalu menjadi overpass pertama menggunakan APBD Kota Medan sebesar Rp67 miliar," kata Bobby dalam peletakan batu pertama perkembangan overpass Jalan Stasiun, pada depan Stasiun Kereta Api Medan, Kamis.

Bobby mengatakan peletakan batu pertama ini menjadi pertanda dimulainya pengerjaan overpass yang mempunyai panjang 231,72 meter serta lebar 12,5 meter.

Selain itu, pihaknya menyatakan kehadiran overpass yang mana nantinya dapat menyokong kelancaran lalu lintas, terlebih merek yang dimaksud digunakan mengarah ke Pajak Ikan.

"Insya Allah, proyek ini untuk membantu kelancaran arus lalu lintas, tapi nanti ya selesai dibangun. Ya, kita doakan mudah-mudahan lebih tinggi banyak cepat selesai dari target waktu yang tersebut digunakan ditentukan," kata Bobby.

Pihaknya juga mengungkapkan usai dibangun nantinya, bagi penduduk yang tersebut hal tersebut menuju Pajak Ikan harus melalui overpass ini, sebab suatu pengerjaan yang digunakan mana dikerjakan harus terintegrasi juga dipikirkan bersama.

Bobby berpesan kepada seluruh pelaksana penyelenggaraan overpass, agar menempatkan alat-alat kerjanya sesuai tempat sehingga tiada semakin mengganggu lalu lintas masyarakat.

"Saya memohon maaf kepada seluruh warga, jika selama pembangunan infrastruktur kenyamanannya akan terganggu. Mohon doa juga dukungan dari kita semua," ujarnya lagi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, juga Bina Konstruksi Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting memaparkan overpass ini merupakan jembatan dalam atas jalan dibangun tiada sebidang tanah.

"Overpass ini bertujuan memecah arus lalu lintas, sehingga mengurangi volume kendaraan serta juga juga sebagai area drop off bagi penumpang yang tersebut digunakan akan menggunakan jasa kereta api," ujar dia pula.

Topan menambahkan bagian bawah overpass dibangun jaringan pedestrian juga terintegrasi dengan rencana proyek Bus Rapid Transit (BRT).

"Jadi nantinya overpass ini belaka sanggup menerus ke arah selatan menuju Pasar Ikan lama," katanya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *