Mei 31, 2026

Jakarta – Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam forum Abu Dhabi International Petroleum and Conference (ADIPEC) 2023 pada Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan kesiapan Indonesia dalam menyokong transisi energi.

Kementerian Energi kemudian Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak juga Gas Bumi (SKK Migas)
menghadiri ADIPEC pada 2-5 Oktober 2023.

Hal itu dikatakan Dwi saat menjadi salah satu pembicara kunci pada strategic conference dengan tema Gas And LNG: driving energy security and sustainability goals.

Selain itu, Dwi melalui keterangan yang yang diterima dalam Jakarta, Kamis juga mengungkapkan temuan cadangan gas dalam area Kutai Basin, yang tersebut digunakan disebut sebagai satu dari tiga temuan eksplorasi terbesar pada dunia pada 2023.

Sementara itu, Vice President (VP) SKK Migas Erwin Suryadi menjelaskan dalam sesi presentasi, Kementerian ESDM serta SKK Migas juga memaparkan pengenalan wilayah kerja (WK) yang digunakan mana akan dilelang juga nantinya dapat diikuti oleh major company oil and gas dunia. Apalagi, di area dalam dalam negeri sudah dijalani perbaikan fiscal term serta penyederhanaan proses perizinan.

"Melalui upaya ini, kami berharap nilai konstruksi perekonomian akan meningkat, sekaligus meningkatkan efek berganda bagi masyarakat," ujar Erwin.

Adapun, kehadiran Indonesia dalam ADIPEC 2023 turut melibatkan 19 kontributor terdiri atas perwakilan Kementerian ESDM kemudian SKK Migas sebagai regulator; tiga kontraktor kontrak kerja mirip (KKKS) terbesar dalam dalam negeri, yakni Pertamina Hulu Energi, Medco Energy, lalu Energi Mega Persada; lalu 10 pabrikan dalam negeri yang mana yang siap berkompetisi di area dalam pasar internasional.

SKK Migas menjelaskan bahwa keikutsertaan tiga KKKS lalu 10 pabrikan dalam negeri dalam area ADIPEC 2023 menunjukkan keberhasilan Program Kapasitas Nasional III 2023, yang dimaksud mengantarkan mereka itu sebagai kontributor pada area forum eksibisi minyak kemudian gas terbesar di area dalam dunia.

Diketahui, ADIPEC merupakan eksibisi industri minyak lalu gas global, dalam mana para pembuat kebijakan serta juga pengambil keputusan di dalam dalam bidang energi, inovator serta perusahaan energi di tempat dalam seluruh dunia berkumpul setiap tahun.

Kontribusi Indonesia pada ADIPEC 2023 ditandai dengan adanya booth Indonesia Pavilion, yang tersebut dimaksud juga menghadirkan beberapa perusahaan bidang energi dalam negeri, di tempat tempat antaranya Pertamina Gas Negara, Kilang Pertamina Internasional, Pertamina Internasional Shipping, juga Pertamina Patra Niaga.

Pembukaan Indonesia Pavilion dalam Forum ADIPEC 2023 juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur kemudian Investasi Kementerian ESDM Triharyo Soesilo, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Integrasi, Koordinasi, kemudian Interface Minyak lalu Gas Bumi Nanang Untung, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama, juga Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk UEA Husin Bagis.

Pada kesempatan itu, juga dijalani penandatanganan beberapa kerja sebanding internasional, yakni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kilang Pertamina Internasional juga Bank of Kuwait, penandatanganan perjanjian kepemilikan bersama LPG Carrier antara PT Pertamina Internasional Shipping juga BGN International DMCC (Dubai) senilai 180 jt dolar AS, kemudian penandatanganan perjanjian joint venture antara Fajar Benua Grup serta Precision Engineering Group (Arab Saudi) senilai 1,8 jt jt dolar AS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *