Jakarta – Archipelagic and Island States (AIS) Forum siap membantu negara – negara pulau serta kepulauan menerbitkan surat obligasi biru (sovereign blue bond), pada mana hal itu sebagai salah satu bentuk komitmen memajukan sektor kegiatan dunia usaha biru.
“Kita menyadari bahwa kerja serupa lintas pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi transisi global menuju perekonomian kelautan yang tersebut digunakan lebih banyak lanjut berkelanjutan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim serta Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman lalu Investasi Jodi Mahardi lewat keterangannya di area area Jakarta, Kamis.
Bentuk dukungan hal itu ditunjukkan melalui komitmen AIS Forum berkolaborasi menyiapkan Pedoman Strategis Pembiayaan Biru (Blue Financing Strategic Framework).
Dengan panduan itu, lanjut Jodi, pelaku dunia bisnis di area tempat semua sektor akan tambahan mudah melihat prospek serta juga mengambil peran dengan berinvestasi secara berkelanjutan pada area ranah sektor sektor ekonomi biru.
Dokumen itu merupakan panduan konstruksi ekonomi dalam aktivitas sektor dunia usaha biru dengan mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, kemudian lingkungan.
Dokumen Blue Financing Strategic Framework dikembangkan melalui kerja mirip Sekretariat AIS Forum, Kementerian Koordinator Bidang Maritim lalu Investasi RI, kemudian Innovative Financing Lab UNDP Indonesia.
Diterbitkan pada 2022, dokumen hal yang disebut disiapkan untuk memacu pengerjaan dunia usaha pada kegiatan-kegiatan perekonomian berkelanjutan yang berbasis laut atau yang dimaksud yang disebut terkait dengan kelautan.
Dokumen inovatif ini menargetkan pemerintah, sektor jasa keuangan, filantropi, juga organisasi internasional/donor yang mana dimaksud miliki prospek besar untuk menyokong perekonomian dalam dalam sektor biru.
Dokumen itu pun menjadi salah satu acuan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menerbitkan obligasi biru pemerintah. Pada Mei 2023, pemerintah Indonesia kemudian menerbitkan sovereign blue bonds (surat obligasi biru pemerintah) pertama yang hal tersebut ditawarkan kepada umum dengan nilai total mencapai setara 20,7 miliar Yen.
Penerbitan itu menunjukkan komitmen Indonesia dalam memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan inovatif dalam memacu konstruksi perekonomian kemudian pemakaian lingkungan laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
Pencapaian besar ini tentu sekadar menjadi salah satu titik penting dalam menyorot kemungkinan besar dari penyelenggaraan ekonomi dalam area sektor ini.
Indonesia mengidentifikasi sektor-sektor lalu proyek-proyek biru yang dimaksud mana memenuhi syarat keberlanjutan berdasarkan framework yang tersebut hal tersebut dikembangkan bersama Sekretariat AIS Forum. Pemerintah Indonesia kemudian menerapkan praktik terbaik untuk menjamin bahwa dana yang mana dimaksud diperoleh dari Obligasi Biru diarahkan pada inisiatif-inisiatif yang tersebut membantu prinsip sektor ekonomi biru.
“Keberhasilan Indonesia meluncurkan sovereign blue bond dapat jadi menjadi cetak biru bagi negara lainnya untuk memanfaatkan kesempatan pembiayaan biru sebagai alat pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, juga kemakmuran jangka panjang sambil menjaga habitat maritim merek yang digunakan mana unik,” ungkap Jodi.
Dari contoh baik yang yang dijalani Indonesia, Sekretariat AIS Forum meyakini bahwa Blue Financing Strategic Framework sanggup menjadi pendekatan yang digunakan mana tepat bagi negara – negara pulau juga kepulauan lainnya untuk menerbitkan sovereign blue bonds serupa.
Pendekatan strategis ini tak belaka akan meningkatkan transparansi namun juga menegaskan bahwa konstruksi perekonomian sejalan dengan tujuan pengerjaan berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara pulau lalu kepulauan yang tersebut hal tersebut sangat bergantung pada sumber daya kelautannya.
Kedepannya, Sekretariat AIS Forum akan terus menggerakkan upaya untuk mengenalkan Blue Strategic Financing Framework pada negara-negara pulau kemudian juga kepulauan lainnya.
Hal itu tentu harus disertai dengan peran berpartisipasi dalam menyokong negara – negara hal hal tersebut untuk dapat belaka menerbitkan surat obligasi biru guna menyokong pembiayaan rencana kelautan mereka.
Bahasan tentang Blue Strategic Financing Framework akan menjadi satu bagian dalam tema kunci terkait Ekonomi Biru dalam Konferensi Tingkat Tinggi AIS Forum yang dimaksud digunakan akan berlangsung di dalam tempat Bali pada 10 – 11 Oktober 2023 mendatang.