Januari 14, 2026

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum lalu Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan penataan kawasan Waterfront City Pangururan untuk mengupayakan kejuaraan jetski tingkat dunia Aquabike World Championship di tempat dalam Danau Toba.

"Waterfront ini sudah mulai proyek sejak September tahun lalu, juga ditargetkan rampung pada pertengahan November tahun ini. Progres penataan kawasan waterfront saat ini sudah pernah mencapai 75 persen," ujar Kepala Satuan Kerja Wilayah III, BPPW Sumut Dwi Atma Singgih Raharja Sabar di dalam tempat Samosir, Sumatera Utara pada Kamis.

Singgih menambahkan, penyelesaian penataan waterfront yang dimaksud dikarenakan waterfront digunakan untuk lomba seri kejuaraan jetski tingkat dunia Aquabike World Championship.

Waterfront City Pangururan mempunyai panjang 1,5 km dengan luas sekitar 6,4 hektare.

"Sepanjang 1,5 km ini merupakan galeri terbuka yang tersebut menceritakan alam lalu budaya Samosir, seperti museum terbuka. Kenapa kita bisa saja semata bilang museum terbuka? dikarenakan masing-masing area terbagi sebanyak lima segmen dengan segmen pertama yakni Segmen Taman Pustaha," kata Singgih.

Segmen pertama ini menampilkan artwork sebagai Segmen Taman Pustaha yang mana hal itu menceritakan syair Toba karya penyair setempat. Di taman ini juga nanti ada patung Boraspati ni Tano yang yang disebut merupakan tokoh mitos kebudayaan Batak yang dimaksud yang disebut berwujud hewan kadal yang mana digunakan melambangkan laki – laki, sedangkan perempuannya dilambangkan sebagai hewan naga.

Untuk segmen kedua yakni Segmen Tanjung Horbo yang yang disebut ditempatkan batuan-batuan vulkanik akibat terjadinya letusan gunung purbakala Toba yang mana disusun guna menjadi edukasi bagi masyarakat.

Sedangkan segmen 3 Aek Natio menjadi puncaknya dari seluruh area waterfront kemudian terdapat air mancur menari yang dimaksud mana dapat disaksikan baik melalui amphiteater juga pusat kuliner di dalam tempat darat maupun dari atas kapal dalam danau, lalu ada pula panggung terapung untuk acara seni lalu musik.

Untuk Segmen 4 Taman Rohani yang mana yang disebut dilengkapi dry fountain serta dapat dipasang pohon natal raksasa oleh pemerintah daerah setempat, mengingat dalam depan Taman Rohani terdapat gereja.

Kemudian segmen 5 yakni Galeri Samosir Totem Dunia, kemudian juga Plaza Onan Baru. Di Galeri Samosir dipasang videotron sepanjang 9 meter juga tinggi 1,5 meter.

"Kita melibatkan ahli geologi, sejarah warga adat batak serta juga tim kreatif untuk film yang mana dimaksud menceritakan sejarah letusan gunung purbakala Toba, kebudayaan Batak, lalu pesan moral bagaimana menjaga alam serta destinasi alam serta budaya supaya destinasi Danau Toba menjadi destinasi berkelanjutan yang mana ditayangkan videotron tersebut," kata Singgih.

Untuk Galeri Totem Dunia, lanjutnya, terdapat totem-totem dari berbagai warga adat budaya Indonesia seperti Papua, Samosir, Dayak hingga totem penduduk adat dunia seperti totem dari suku Ainu Jepang serta juga totem suku Maori Selandia Baru.

Sedangkan Plaza Onan Baru merupakan Pasar Onan yang mana direvitalisasi menjadi tambahan besar baik juga juga dipasang panel surya sebagai sumber listrik untuk layanan bagi seluruh area waterfront baik penerangan jalan maupun taman. Plaza ini juga menjadi area parkir untuk menurunkan jetski – jetski pembalap yang mana berlaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *