Januari 14, 2026
Memanjakan Diri Jadi Cara Merawat Inner Child yang digunakan Terluka, Benarkah?

Istilah  akhir-akhir ini ramai dibicarakan di area area banyak platform . Banyak orang menganggap perilaku kekanak-kanakan, impulsif belanja atau jajan sebagai wujud mengobati inner child yang tersebut mana terluka.

Orang-orang ini mengaku sempat mengalami rasa sakit masa kecil yang digunakan dimaksud berefek pada inner child mereka. Akibatnya, setelah dewasa merekan memenuhi apa yang mana itu saat kecil tak pernah bisa saja belaka didapatkan.

Tapi jangan sampai salah kaprah. Merawat inner child yang tersebut digunakan terluka tak cuma diimplementasikan dengan membebaskan perilaku impulsif.

Psikolog penanganan anak juga remaja dalam Kancilku Bernadette Cindy Leo mengatakan, merawat inner child bukan cuma berbelanja, makan enak, atau melakukan kegiatan tertentu yang mana dianggap tak pernah dilaksanakan dalam tempat masa kecil. Cara merawat inner child yang sebenarnya adalah dengan melakukan pemulihan.

“Cara yang digunakan hal itu dijalankan itu dengan membuka diri, menerima, juga memaafkan peristiwa lalu orang yang tersebut yang disebut telah dilakukan terjadi menciptakan inner child itu terluka,” kata Bernadette saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/10).

Bernadette mengatakan, merawat inner child tak sesederhana berbelanja atau jajan makanan enak. Berbelanja lalu perilaku impulsif lainnya belaka ‘bonus’ yang dimaksud mana sanggup didapatkan.

Merawat inner child yang digunakan yang disebut terluka justru sulit juga harus melibatkan profesional serta sesi konseling. Hal ini perlu dijalani untuk menggali luka apa sebenarnya yang dimaksud dimaksud telah dilakukan dijalankan merusak inner child seseorang.

“Para profesional mampu membantu dengan cara-cara yang dimaksud disesuaikan untuk setiap individu. Karena setiap orang itu pasti berbeda cara merawat lukanya, cara memulihkan inner child-nya, sebab luka setiap orang juga berbeda,” kata dia.

Alih-alih benar, kebiasaan berbelanja atau melakukan apa pun yang hal itu disukai secara impulsif jadi cara yang mana mana salah untuk merawat inner child. Bisa jadi, cara ini dijalankan belaka sekadar untuk memenuhi kepuasan diri.

Bernadette menegaskan bahwa inner child yang tersebut hal tersebut terluka memang perlu disembuhkan. Hal ini dijalani agar batin pulih serta seseorang bisa saja jadi berdamai dengan masa lalu.

Tapi yang mana digunakan jelas, cara utamanya bukan dengan berbelanja. Hal itu belaka bonus setelah melakukan sesi konseling serta juga mulai membuka diri.

“Karena hal yang tersebut yang penting dijalani untuk memulihkan inner child itu membuka serta memaafkan. Setelah melalui proses itu baru mau memanjakan diri untuk inner child ya silakan. Boleh saja,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *