Sebanyak 34 siswa pada Kabupaten Bandung Barat mengalami usai mengonsumsi jajanan aci mini alias cimin. Satu dalam dalam antaranya dilaporkan meninggal dunia oleh sebab itu diperparah oleh riwayat .
Peristiwa ini terjadi di tempat tempat SD Negeri Jati 3, Saguling pada akhir September lalu. Tak langsung bertumbangan, korban umumnya mulai mengalami gejala keracunan 1-2 hari usai mengonsumsi cimin.
“Dugaan penyebab itu jajanan cimin yang berasal dari olahan aci (tepung kanji). Rata-rata yang mana digunakan merasakan gejala itu memang mengonsumsi jajanan itu,” ujar Kepala Puskesmas Saguling Burhan, mengutip detikJabar.
Keracunan makanan cukup sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, utamanya kontaminasi patogen dalam makanan seperti bakteri, parasit, atau virus.
Mengutip Healthline, umumnya patogen-patogen itu memang kerap ditemukan dalam beberapa jumlah agregat makanan. Hanya saja, proses memasak yang mana mana salah bisa jadi jadi menciptakan patogen bertahan.
Sejauh ini, bakteri menjadi penyebab paling umum dari kasus keracunan makanan. Sebut cuma bakteri E.coli, Listeria monocytogenes, Salmonella, kemudian juga masih banyak lagi.
Gejala keracunan makanan
Gejala keracunan makanan yang dimaksud mana muncul sanggup jadi bervariasi tergantung pada penyebabnya. Gejala mampu timbul dalam beberapa jam atau hitungan hari setelah konsumsi makanan yang digunakan terkontaminasi.
Berikut beberapa ciri-ciri keracunan makanan yang mana hal itu paling umum kemudian juga cenderung ringan:
– sakit perut,- muntah,- diare,- buang air besar berdarah,- demam,- sakit kepala.
Ilustrasi. Dalam beberapa kasus, keracunan makanan juga sanggup sekadar berpengaruh terhadap saraf. (iStockphoto/Pornpak Khunatorn) |
Dalam kasus yang dimaksud digunakan jarang terjadi, keracunan juga dapat jadi memengaruhi sistem saraf kemudian juga memicu penyakit yang dimaksud yang disebut parah. Berikut beberapa tanda keracunan makanan yang tersebut perlu diwaspadai, mengutip laman Mayo Clinic:
– penglihatan kabur,- sakit kepala,- anggota tubuh yang tersebut digunakan tak mampu bergerak,- sulit menelan,- kesemutan atau berakhir rasa,- tubuh terasa lemah,- perubahan suara.
Mengutip laman Cleveland Clinic, umumnya keracunan makanan akan pulih dalam waktu 12-48 jam pada orang sehat. Dalam waktu ini, tubuh yang digunakan sehat akan berupaya untuk memulihkan infeksi yang mana dibawa oleh makanan.
Namun pada kasus tertentu, keracunan sanggup berlangsung lama, tergantung kondisi medis bawaan orang yang digunakan dimaksud bersangkutan. Beberapa orang bahkan mampu mengalami keracunan makanan hingga lebih besar lanjut dari 10 hari.
Penuhi tubuh dengan asupan cairan saat mengalami keracunan. Pasalnya, keracunan sanggup jadi menyebabkan diare yang tersebut dimaksud menguras cairan tubuh.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami demam hingga lebih lanjut tinggi dari 38,9 derajat Celcius (anak) atau 39,4 derajat Celcius (dewasa). Waspadai juga diare yang dimaksud digunakan berlangsung lebih lanjut tinggi dari sehari pada anak, serta lebih besar lanjut dari tiga hari pada orang dewasa.
Ilustrasi. Dalam beberapa kasus, keracunan makanan juga sanggup sekadar berpengaruh terhadap saraf. (iStockphoto/Pornpak Khunatorn)