Farhana Nariswari akan datang berlaga dalam ajang . Namun, ia tak ingin menjadikannya sebagai beban.
Harapan untuk kembali membawa pulang mahkota Miss International tentu besar. Apalagi, Puteri Indonesia Lingkungan 2017 Kevin Liliana pernah meraih gelar Miss International 2017.
“Saya tak menganggap kompetisi di tempat area Miss International sebagai beban, tapi saya mendapatkan inspirasi dari banyak senior, alumni Miss International Indonesia sebelumnya, begitu banyak prestasi sudah ditorehkan sehingga nanti semoga selama karantina pada Jepang dapat belaka menampilkan yang mana maksimal,” kata Farhana di tempat dalam sela konferensi pers jelang keberangkatan ke Jepang dalam tempat Tapalunia Restaurant, Jakarta Selatan, Selasa (3/10).
Tekanan atau pressure dapat cuma dirasakan selama kompetisi. Namun, Farhana mengingat pesan salah satu mentornya, model Kimmy Jayanti, bahwa pressure itu penting.
Pressure, lanjut dia, akan menyebabkan seseorang peduli dengan penampilan lalu juga berusaha menampilkan yang dimaksud mana terbaik.
“Tapi, I would say don’t be pressured, tapi harus happy supaya bisa saja hanya enjoy dengan kegiatannya dikarenakan pada area sana juga kita harus present, mampu menghayati, enjoy,” imbuh dia.
Segala persiapan sudah pernah dilaksanakan dikerahkan jelang keberangkatan ke Jepang untuk ajang yang mana dimaksud berlangsung selama 11-26 Oktober 2023 itu. Misalnya cuma melakukan riset mencari tahu kriteria pemenang Miss International yang mana diharapkan.
Ia juga sudah mempersiapkan busana rancangan beberapa orang desainer Tanah Air seperti Ayumi, Topan Sapta, kemudian Albert Yanuar.
Untuk kostum nasional (national costume), Farhana akan mengenakan kostum rancangan Inggi Kendran. Kostum bertajuk “The Royal Siger Splendor” mengusung kekayaan budaya Provinsi Lampung.
“National costume ini memasarkan wisata juga budaya Lampung,” katanya.